Xamarin Essentials: Menggunakan Map

Map API dapat digunakan untuk menampilkan posisi/lokasi tertentu kedalam google map.

1. Buat halaman baru dengan nama XEMap. Kemudian tambahkan kode xaml berikut:

        <StackLayout>
            <Button x:Name="btnMap" Text="Map" Clicked="btnMap_Clicked" />
            <Button x:Name="btnPlacemark" Text="Placemark" Clicked="btnPlacemark_Clicked" />
        </StackLayout>

2. Tambahkan kode berikut ketika tombol Map ditekan.

        public async Task NavigateToBuilding25()
        {
            var location = new Location(47.645160, -122.1306032);
            var options = new MapLaunchOptions { Name = "Microsoft Building 25" };

            await Map.OpenAsync(location, options);
        }

        private async void btnMap_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            await NavigateToBuilding25();
        }

3. Jalankan aplikasi untuk membuka map sesuai lokasi yang telah ditentukan.

image

4. Anda juga dapat memasukan informasi placemark yang lebih lengkap sebagai berikut:

        private async void btnPlacemark_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            var placemark = new Placemark
            {
                CountryName = "United States",
                AdminArea = "WA",
                Thoroughfare = "Microsoft Building 25",
                Locality = "Redmond"
            };
            var options = new MapLaunchOptions { Name = "Microsoft Building 25" };

            await Map.OpenAsync(placemark, options);
        }

Xamarin Essentials: Menggunakan Geocoding

Geocoding API menyediakan informasi geocode placemark (alamat tertentu) menjadi koordinat latitude dan longitude, dan sebaliknya koordinat menjadi placemark (reverse geocode coordinates).

1. Buat halaman baru dengan nama XEGeocoding dan tambahkan kode xaml berikut:

        <StackLayout>
            <Entry x:Name="txtAlamat" Placeholder="Masukan Alamat" />
            <Button x:Name="btnGeocoding" Text="Geocoding" 
                    Clicked="btnGeocoding_Clicked" />
        </StackLayout>

2. Kemudian tambahkan code behind berikut untuk menampilkan geocode.

        private async void btnGeocoding_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            try
            {
                var address = txtAlamat.Text;
                var locations = await Geocoding.GetLocationsAsync(address);
                var location = locations?.FirstOrDefault();
                if (location != null)
                {
                    await DisplayAlert("Keterangan",
                        $"Latitude: {location.Latitude}, Longitude: {location.Longitude}, Altitude: {location.Altitude}", "OK");
                }
            }
            catch (FeatureNotSupportedException fnsEx)
            {
                await DisplayAlert("Error", fnsEx.Message, "OK");
            }
            catch (Exception ex)
            {
                await DisplayAlert("Error", ex.Message, "OK");
            }
            
        }

3. Kemudian jalankan aplikasi dan ketikan alamat tertentu, maka akan ditampilkan posisi latitude dan longitude dari alamat tersebut.

image

4. Anda juga dapat melakukan reverse geocoding dari koordinat latitude dan longitude.

5. Tambahkan entry pada halaman xaml untuk memasukan data latitude dan longitude.

        private async void btnReverseGeo_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            try
            {
                double lat = Convert.ToDouble(txtLatitude.Text);
                double lon = Convert.ToDouble(txtLongitude.Text);

                var placemarks = await Geocoding.GetPlacemarksAsync(lat, lon);

                var placemark = placemarks?.FirstOrDefault();
                if (placemark != null)
                {
                    var geocodeAddress =
                        $"AdminArea:       {placemark.AdminArea}\n" +
                        $"CountryCode:     {placemark.CountryCode}\n" +
                        $"CountryName:     {placemark.CountryName}\n" +
                        $"FeatureName:     {placemark.FeatureName}\n" +
                        $"Locality:        {placemark.Locality}\n" +
                        $"PostalCode:      {placemark.PostalCode}\n" +
                        $"SubAdminArea:    {placemark.SubAdminArea}\n" +
                        $"SubLocality:     {placemark.SubLocality}\n" +
                        $"SubThoroughfare: {placemark.SubThoroughfare}\n" +
                        $"Thoroughfare:    {placemark.Thoroughfare}\n";

                    await DisplayAlert("Keterangan",geocodeAddress,"OK");
                }
            }
            catch (FeatureNotSupportedException fnsEx)
            {
                await DisplayAlert("Error", fnsEx.Message, "OK");
            }
            catch (Exception ex)
            {
                await DisplayAlert("Error", ex.Message, "OK");
            }
        }

image

Xamarin Essentials: Menggunakan Geolocation

Pada tutorial kali ini kita akan mencoba menggunakan salah satu API dari Xamarin Essentials yaitu Geolocation API.

Geolocation API digunakan untuk mengambil lokasi dari devices berupa informasi koordinat (latitude, dan longitude).

1. Buat halaman baru dengan nama XEGeolocation, kemudian tambahkan xaml berikut:

        <StackLayout>
            <Button x:Name="btnGeolocation" Text="Geoloation" />
        </StackLayout>

2. Tambahkan permission berikut pada Android Project. Tambahkan kode berikut pada file AssemblyInfo.cs.

[assembly: UsesPermission(Android.Manifest.Permission.AccessCoarseLocation)]
[assembly: UsesPermission(Android.Manifest.Permission.AccessFineLocation)]
[assembly: UsesFeature("android.hardware.location", Required = false)]
[assembly: UsesFeature("android.hardware.location.gps", Required = false)]
[assembly: UsesFeature("android.hardware.location.network", Required = false)]

3. Kemudian tambahkan kode berikut untuk mengambil informasi geolocation.

        private async void btnGeolocation_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            try
            {
                var request = new GeolocationRequest(GeolocationAccuracy.Medium);
                var location = await Geolocation.GetLocationAsync(request);
                if (location != null)
                {
                    await DisplayAlert("Keterangan",
                        $"Latitude: {location.Latitude}, Longitude: {location.Longitude}, Altitude: {location.Altitude}","OK");
                }
            }
            catch (FeatureNotSupportedException fnsEx)
            {
                await DisplayAlert("Error", fnsEx.Message, "OK");
            }
            catch (FeatureNotEnabledException fneEx)
            {
                await DisplayAlert("Error", fneEx.Message, "OK");
            }
            catch (PermissionException pEx)
            {
                await DisplayAlert("Error", pEx.Message, "OK");
            }
            catch (Exception ex)
            {
                await DisplayAlert("Error", ex.Message, "OK");
            }
        }

4. Kemudian jalankan aplikasinya, jika anda belum mengaktifkan fitur lokasi pada devices, maka akan ditampilkan notifikasi sebagai berikut:

image

5. Agar aplikasi dapat digunakan aktifkan fitur location/GPS pada devices. Maka akan ditampilkan informasi geolocationnya.

image

Xamarin Essentials: Check Battery Status

Pada tutorial kali ini kita akan menggunakan salah satu fitur pada Xamarin Esseintials API untuk mengakses status Battery dari aplikasi yang kita buat.

Dengan menggunakan Battery Status API kita dapat melakukan pengecekan ketika device terkoneksi dengan A/C Power atau status battery sudah low, dan status lainnya.

1. Anda juga dapat mengambil informasi battery status menggunakan API Xamarin Essentials. Informasi dati battery yang dapat diambil adalah:

    • · Battery dalam keadaan di charging
    • · Battery dalam keadaan Full
    • · Battery dalam keadaan tidak dicharging
    • · Power pada device dalam keadaan dicharge atau menggunakan battery
    • · Deteksi bila battery masuk dalam keadaan Energy Saver.

2. Pada android project tambahkan kode berikut untuk mengijinkan aplikasi untuk mengakses battery status. Buka file AssemblyInfo.cs pada Properties untuk menambahkan konfigurasi berikut ini:

image

[assembly: UsesPermission(Android.Manifest.Permission.BatteryStats)]

3. Buat halaman dengan nama XEBatteryInfo, kemudian tambahkan kode berikut:

        <StackLayout>
            <Button x:Name="btnBatteryStatus" Text="Cek Status" Clicked="btnBatteryStatus_Clicked" />
        </StackLayout>

4. Kemudian tambahkan kode berikut ini:

        public XEBatteryInfo()
        {
            InitializeComponent();
            Battery.BatteryInfoChanged += Battery_BatteryInfoChanged;
            Battery.EnergySaverStatusChanged += Battery_EnergySaverStatusChanged; 
        }

        private async void Battery_EnergySaverStatusChanged(object sender, EnergySaverStatusChangedEventArgs e)
        {
            //bisa on,off, atau Unknown
            var status = e.EnergySaverStatus;
            await DisplayAlert("Keterangan",$"Energy Status:{status}","OK");
        }

        private async void Battery_BatteryInfoChanged(object sender, BatteryInfoChangedEventArgs e)
        {
            var level = e.ChargeLevel;
            var state = e.State;
            var source = e.PowerSource;
            await DisplayAlert("OK",$"Reading: Level: {level}, State: {state}, Source: {source}","OK");
        }

        private async void btnBatteryStatus_Clicked(object sender, EventArgs e)
        {
            var level = Battery.ChargeLevel; // returns 0.0 to 1.0 or 1.0 when on AC or no battery.

            var state = Battery.State;
            var keterangan = string.Empty;
            switch (state)
            {
                case BatteryState.Charging:
                    keterangan += "Battery di Charge\n";
                    break;
                case BatteryState.Full:
                    keterangan += "Battery sudah Penuh\n";
                    break;
                case BatteryState.Discharging:
                case BatteryState.NotCharging:
                    keterangan += "Battery tidak di charge\n";
                    break;
                case BatteryState.NotPresent:
                case BatteryState.Unknown:
                    keterangan += "Status battery tidak ditemukan\n";
                    break;
            }

            var source = Battery.PowerSource;

            switch (source)
            {
                case BatteryPowerSource.Battery:
                    keterangan += "Menggunakan Battery\n";
                    break;
                case BatteryPowerSource.AC:
                    keterangan += "Menggunakan AC Power\n";
                    break;
                case BatteryPowerSource.Usb:
                    keterangan += "Charge menggunakan Usb\n";
                    break;
                case BatteryPowerSource.Wireless:
                    keterangan += "Charge menggunakan Wireless\n";
                    break;
                case BatteryPowerSource.Unknown:
                    keterangan += "Charge tidak diketahui\n";
                    break;
            }

            await DisplayAlert("Keterangan", keterangan, "OK");
        }
    }

5. Kemudian jalankan aplikasi pada device untuk melihat hasilnya

image