Xamarin Forms 5.0: Apa yang baru??

Versi yang paling stabil dari Xamarin Forms sudah rilis yaitu Xamarin Forms 5.

Rilis utama ini memberikan ratusan peningkatan kualitas dan menghadirkan fitur-fitur baru yang stabil termasuk App Theme, Brushes, CarouselView, RadioButton, Shapes and Paths, dan SwipeView.

Bagaimana cara upgrade ke Xamarin Forms 5.0?

  • Pastikan andamenggunakan Visual Studio 2019. Ini adalah versi minimum yang diperlukan.
  • UIWebView telah dihapus untuk penyesuaian dengan guidelines dari Apple yang diperbarui.
  • Ekstensi markup MediaElement, Expander, dan C # UI telah dipindahkan ke pustaka Xamarin Community Toolkit. Anda dapat menginstal Xamarin Community Toolkit melalui NuGET package manager.
  • Package DataPages dan Theme harus dihapus dari solusi anda. Paket eksperimental ini tidak lagi dirilis.
  • (Opsional) MasterDetailPage dan tipe terkait telah diubah namanya menjadi FlyoutPage. Tipe lama sudah deprecated, biarpun anda masih dapat menggunakannya pada project namun disarankan menggunakan FlyoutPage untuk memudahkan migrasi ke MAUI nantinya.

Perbarui project Xamarin Forms anda ke versi 5.0 melalui NuGet Package Manager, clean, restart Visual Studio, dan terakhir rebuild projectnya.

Berikut langkah upgrade ke Xamarin Forms 5.0

1. Buat project Mobile App (Xamarin Forms) baru dengan nama SampleForm5

2. Kemudian pilih Flyout sebagai template dari aplikasi yang dibuat.

image

3. Klik kanan pada solution explorer, kemudian pilih manage Nuget Package Manager

4. Pada tab update akan muncul package Xamarin Forms. Pilih versi yang paling baru saat ini yaitu versi 5 dan tekan tombol install.

image

5. Kemudian update juga library Xamarin Essentials

6. Clean solution, restart visual studio, buka kembali project-nya, kemudian langkah terakhir lakukan rebuild.

7. Untuk android pastikan anda menggunakan target platform Android sdk 10 (Q).

image

8. Setelah solution berhasil di rebuild tanpa pesan error, jalankan aplikasi untuk memastikan tidak ada masalah pada proses upgrade.

Pada blog selanjutnya akan dibahas juga beberapa fitur yang baru pada Xamarin Forms 5, termasuk penggunaan Xamarin Community Toolkit.



[Seri Tutorial Blazor] Pengenalan Blazor

Blazor adalah client-side web UI framework yang mirip dengan Javascript front-end framework seperti Angular,React, atau Vue. Sama seperti Javascript, Blazor dapat dijalankan pada langsung pada browser via WebAssembly. Blazor juga tidak membutihkan plugin apapun pada browser.

Aplikasi Blazor terdiri dari komponen yang dibangun menggunakan bahasa C#, HTML, Razor, dan CSS. Blazor menangani interaksi pengguna dan merender UI yang sudah diupdate. Blazor tidak berbasis pada request-reply model. Interaksi pengguna ditangani sebagai event yang tidak dalam konteks Http Request seperti pada web pada umumnya.

Blazor terdapat pada bundle instalasi .NET Core SDK 3.1. Blazor sendiri memiliki fitur sebagai berikut:

  • Forms dan Validation
  • Dependency Injection
  • Client-side routing
  • Layouts
  • In-browser debugging
  • Javascript interopt

Blazor sendiri banyak memiliki kesamaan dengan teknologi microsoft sebelumnya yaitu ASP.NET Web Form, kedua framework mempunyai programming model yang mirip yaitu component-based, event-driven, dan stateful UI. Yang membedakan secara arsitektur adalah Web Form hanya berjalan pada sisi server saja, sedangkan Blazor dapat berjalan di sisi client (browser).

Blazor memiliki dua mode runtime yang berbeda, Blazor sisi server dan Blazor sisi client, juga dikenal sebagai Blazor WebAssembly. Kedua mode tersebut berjalan di semua browser web modern, termasuk browser web di ponsel.

Arsitektur Blazor Server Side

image

Server-side Blazor merender komponen Razor di server dan memperbarui halaman web menggunakan koneksi SignalR. Framework Blazor mengirimkan event dari web browser, seperti klik tombol dan gerakan mouse, ke server. Blazor runtime akan mengecek perubahan pada komponen di server dan mengirimkan perubahannya ke halaman web pada browser.


Blazor Client-side (WebAssembly)

Client-side Blazor terdiri dari kode yang sama dengan Blazor sisi server. Namun komponennya berjalan seluruhnya di browser web menggunakan teknologi yang dikenal sebagai WebAssembly.

image

Perbedaan utama dalam aplikasi Blazor yang dibuat di sisi server versus Blazor sisi klien adalah bahwa aplikasi Blazor sisi klien perlu melakukan web call (biasanya mengakses API di sisi server) untuk mengakses data server, sedangkan aplikasi Blazor sisi server dapat mengabaikan langkah ini, karena semua kodenya dijalankan di server (mirip aplikasi server side biasa).

Salah satu cara untuk memahami Blazor adalah bahwa Blazor adalah framework untuk membuat halaman web SPA (Single Page Application) interaktif yang menyediakan dua pilihan arsitektur (sisi klien dan sisi server) menggunakan teknologi Razor yang ditulis dengan bahasa C#.

Pada blog selanjutnya akan dibahas bagaimana cara membuat aplikasi Blazor Server Side untuk pertama kali

[FREE E-Book] Membangun Aplikasi Windows Forms Desktop berbasis .NET Core 3.1 & Visual Studio 2019

Aplikasi desktop dengan WinForms bukan barang baru, dia telah hadir sejak .NET Framework pertama kali muncul. Sampai saat ini .NET Framework telah mencapai versi di atas 4.7.x. Namun kalian pasti tahu sendiri bahwa .NET Framework ini hanya mau jalan di platform Windows. Tapi sekarang sudah bukan jamannya “close source”, sekarang Microsoft telah membuka diri dan .NET Framework juga hadir untuk bisa berjalan di atas platform lain seperti Linux dan Mac OS, .NET Framework ini dikenal dengan nama .NET Core. Sampai saat ini telah mencapai versi 3.

Awalnya .NET Core hanya ditujukan untuk membangun aplikasi berbasis web saja, kemudian berkembang untuk pembangunan Web API sampai IoT. Dan sekarang, menurut kabar, .NET Framework justru akan berhenti untuk dikembangkan dan semua akan beralih ke .NET Core. Hal ini terbukti dengan dukungan pengembangan WinForms di framework ini.

Untuk mempelajari bagaimana cara mengembangkan aplikasi Windows Form dengan .NET Core 3.1 dan Visual Studio 2019, anda dapat mengunduh free ebook pada alamat tautan dibawah ini.

image

Buku ini terdiri dari 109 halaman.

Anda dapat mengunduh buku ini pada tautan berikut

Dan Source Code program juga tersedia pada tautan berikut ini.

Jika anda tertarik untuk belajar lebih lanjut dengan topik yang lebih advance, anda juga dapat mengikuti pelatihan intensive dengan studi kasus yang dibutuhkan melalui https://actual-training.com

Workshop Cloud Computing (Azure App Services & ASP.NET Core)

poster1

Pada tanggal 19-20 Februari 2020 telah dilangsungkan Workshop Cloud Computing (Azure App Services & ASP.NET Core) dalam rangka Pekan Industri 4.0. Acara ini didukung oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia, Asosiasi Perguruan Tinggi Komputer (APTIKOM), dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI).

Acara ini diselenggarakan di Ruang Seminar Teknologi Informasi, Universitas Pembangunan Nasional (UPN), Yogyakarta.

Pada acara seminar ini saya membahas tentang penggunaan layanan Cloud Computing Microsoft Azure. Topik yang dibahas terfokus pada layanan Platform as a Services yaitu Azure App Sevices dan Pembuatan Aplikasi Web/Backend dengan ASP.NET Core yang akan dipasang pada layanan komputasi awan tersebut. Adapun materi yang dibahas adalah:

  • Introduction to Cloud Computing & Microsoft Azure
  • Platform as a Services with Azure App Services
  • .NET Core SDK & Visual Studio Code Installation
  • Create Web Apps with ASP.NET Core
  • Create Layout with ASP.NET Core
  • Create SQL Server Database
  • CRUD with ASP.NET Core
  • Migrate On-Premise SQL Database to SQL Azure
  • Deploy ASP.NET Core Application to Azure
  • Scale Out and Scale Up with Azure Apps
  • Continuous Deployment with Azure Apps
  • Auto Scaling with Azure Apps
  • Deployment Slots with Azure Apps

w1

Materi dari seminar dan workshop dapat diunduh pada tautan berikut ini.