[Seri Tutorial Blazor] Pengenalan Blazor Server Side

Pada blog sebelumnya kita sudah membahas apa itu Blazor, dan kita juga sudah tahu bahwa blazor memiliki 2 arsitektur yg berbeda yaitu Blazor Server dan Blazor Client.

Pada artikel kali ini kita akan membahas arsitektur dari Blazor Server dan membuat aplikasi Blazor Server baru.

Arsitektur Blazor Server

Aplikasi Blazor Server berjalan pada backend ASP.NET Core dan dapat diakses menggunakan browser. Aplikasi ASP.NET Core dapat dihosting sendiri atau berjalan di IIS. Di sisi client, browser apa pun dapat digunakan untuk mengakses aplikasi web. Blazor Server menggunakan file JavaScript yang berukuran kecil untuk menjalankan dan HTML dan CSS untuk menampilkan antarmuka penggunanya. Berbeda dengan Blazor Client, Blazor Server tidak menggunakan WebAssembly.

Di sisi server, aplikasi Blazor berisi kode .NET dan menangani salinan Dokumen Objek Model (DOM) untuk setiap client. Kita bisa memanggil .NET API kita tanpa pulang pergi jaringan tambahan, dan kita bisa langsung mengakses kode bisnis logic dari antarmuka pengguna tanpa harus membuat backend API terlebih dahulu.

Jika pengguna berinteraksi dengan aplikasi, Blazor akan mengirim event ke server menggunakan koneksi SignalR WebSocket yang persisten. Server akan mengembalikan DOM yang sudah diupdate untuk dirender di client.

Setiap interaksi memicu komunikasi jaringan antara client dan server. Berbeda dengan javacript framework yang memproses interaksi user di client, maka Blazor Server melakukannya di sisi server-side.

Membuat Project Blazor Server

Untuk membuat project Blazor anda dapat menggunakan editor Visual Studio Community 2019 atau Visual Studio Code. Berikut adalah tautan untuk mengunduh .NET SDK dan IDE yang akan digunakan.

Pada tutorial kali ini kita akan menggunakan VS 2019 Community untuk membuat project Blazor Server yang baru

1. Pada Visual Studio 2019 pilih create new Project

image

2. Kemudian pilih Blazor App, masukan BlazorAppSample sebagai nama project

image

3. Kemudian pilih Blazor Server, dan pilih .NET Core 3.1

image

4. Pada solution explorer dapat dilihat struktur project yang sudah dibuat adalah sebagai berikut:

image

5. Tekan tombol F5 untuk menjalankan aplikasinya.

image

Struktur Project dan File Folder

Jika dilihat pada Solution Explorer terdapat beberapa macam folder yang sudah dibuatkan ketika kita menggunakan template yang disediakan oleh VS 2019.

  • Program.cs adalah entry point ketika aplikasi kita dijalankan. Ketika app dijalankan maka akan menjalankan web host instance.
  • Folder Page digunakan untuk menyimpan razor comopent (file yang berekstensi .razor).
  • Static files: semua file yang ada di dalam folder wwwroot. Folder ini digunakan untuk menyimpan semua static files spt css, image, dll
  • Configuration: ada pada file appSettings.json sama seperti konfigurasi pada ASP.NET Core.
  • Folder Data: berisi file yang berhubungan dengan pengaksesan database
  • Folder Shared: berisi komponen tambahan yang dapat digunakan kembali pada komponen lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s